Foto Istimewa

70 untuk 70

Pameran dari U.S. Department of State Exhibit ini dikurasi dan diselenggarakan oleh Meridian International Center, Washington, D.C.

Selama 70 tahun ke belakang, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah memperdalam pemahaman serta kemitraan antar ke-dua negara melalui sejumlah kunjungan resmi. Pada 1956,
Presiden Sukarno melakukan kunjungan pertama dari total 4 kunjungannya ke Amerika Serikat, di mana beliau mampir ke area bisnis, kampus, serta berbagai obyek wisata dari mulai gedung Empire State hingga Grand Canyon. Penerusnya, Presiden Suharto, bertemu dengan 6 Presiden Amerika di 6 kunjungan berbeda ke Amerika Serikat dalam masa jabatannya selama 31 tahun.

Richard Nixon adalah presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi Indonesia pada 1969. Sejak kunjungan bersejarah ini, 7 presiden Amerika Serikat serta banyak delegasi Amerika telah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik seperti keamanan, perdagangan, kemitraan, kesejahteraan, serta ekonomi. Selain para kepala negara, wakil presiden, jaksa agung, serta menteri luar negeri juga telah membangun diplomasi antara kedua negara. Saat berkunjung ke Jakarta pada 2017, Wakil Presiden Michael Pence menyampaikan, “Melalui kemitraan kita yang berkelanjutan, Amerika Serikat dan Indonesia akan terus mempertahankan kedamaian, kestabilan, serta kesejahteraan di Asia Tenggara untuk membawa manfaat bagi kedua negara serta seluruh dunia”.
Pemerintah Indonesia serta Amerika Serikat telah berkolaborasi dalam sejumlah proyek untuk meningkatkan kesehatan serta infrastruktur di Indonesia selama 70 tahun. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir, membasmi malaria dan tubercolosis, memperbanyak ketersediaan bantuan medis untuk seluruh Indonesia, serta berbagi sumber daya, keahlian, serta pelatihan.

Orang-orang Amerika telah bekerja sama dengan orang-orang Indonesia dalam sejumlah proyek di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Proyek HOPE, sebuah organisasi sukarelawan yang telah memberikan bantuan medis untuk berjuta-juta penduduk di dunia, telah aktif di Indonesia sejak pelayaran pertama kapal rumah sakitnya pada 1960, yaitu SS HOPE. Saat Indonesia sedang mengalami masa sulit, seperti pada saat tragedi tsunami 2004, pemerintah Amerika Serikat bersama berbagai organisasi, perusahaan, serta warga negara Amerika, memberikan bantuan senilai jutaan dolar. Penduduk sipil dan para petugas negara telah datang ke Indonesia untuk membantu usaha rekonstruksi. Dukungan ini telah membantu orang-orang Indonesia untuk bangkit, sebuah bukti bahwa kita lebih kuat saat menghadapi tantangan secara bersama-sama.
Bisnis dan perdagangan mempertemukan orang-orang Indonesia dan Amerika setiap hari karena perekenomian kedua negara ini telah erat berhubungan. Setengah dekade lalu, Amerika Serikat adalah anggota utama Grup Antar Pemerintah yang bekerja dengan Indonesia untuk menstabilkan hutang, meningkatkan pendanaan pembangunan dari dunia internasional, dan mendiskusikan kebijakan ekonomi. Bantuan dan saran dari Amerika Serikat telah membantu pemerintah Indonesia untuk memperluas investasi di bidang infrastruktur, agrikultura, perindustrian, layanan sosial, dan ekonomi.

Sekarang, program-program yang bertujuan untuk mendukung perkembangan ekonomi telah ditingkatkan untuk secara khusus berbagi pengetahuan dan menginspirasi lahirnya inovasi. Perusahaan-perusahaan Amerika dan Indonesia, yang menyadari nilai dari potensi lingkungan Indonesia, berkolaborasi untuk melestarikan sumber daya alam Indonesia yang unik dan mengkampanyekan gaya hidup yang berkelanjutan melalui perdagangan yang adil, wisata ramah lingkungan, dan inisiatif untuk menciptakan energi yang terbarukan. Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Amerika untuk berbagi keahlian teknis serta mendorong kreativitas di antara calon-calon insinyur, artis, dan pemimpin bisnis. Kedua negara berdedikasi untuk mengimplementasikan, tidak hanya teknologi terkini, tapi juga cara-cara untuk berinovasi demi masa depan.
Kerjasama dan pertukaran dalam bidang pendidikan adalah dasar dari generasi penerus bangsa Indonesia dan Amerika. Para ekonom Indonesia yang telah meningkatkan kesejahteraan negara di paruh kedua abad ke-20 menemukan ide mereka yang sukses ketika belajar di Amerika Serikat, seperti halnya para pelajar Amerika yang berkeliling Indonesia untuk mempelajari keberagaman biologi dan kebudayaan selama beberapa dekade.

Pemerintah Amerika Serikat, bersama dengan pemerintah Indonesia, memberikan kesempatan belajar bagi puluhan orang Indonesia dan Amerika melalui beasiswa, program-program pendidikan, serta pertukaran pelajar seperti program beasiswa ternama Fulbright, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Indonesia (LPDP), dan program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA) yang baru. Salah satu orang Amerika ternama yang pernah belajar di Indonesia adalah mantan Presiden Obama yang melewatkan masa kecilnya di pulau Jawa dan mendapatkan pelajaran-pelajaran hidup yang mempengaruhi gaya kepemimpinannya setengah dekade setelahnya. Ketika mengingat masa-masanya di Jakarta, Presiden Obama berkata, “Waktu yang saya habiskan di sini membantu saya untuk menghargai sisi kemanusiaan dari setiap orang”.
Keberagaman yang menarik di Indonesia dan Amerika Serikat terlihat jelas di masing-masing kebudayaan yang dikenal secara internasional karena kontribusinya untuk bidang seni. Amerika Serikat dan Indonesia memiliki sejarah kerjasama di bidang kebudayaan dan inovasi yang telah membawa pengaruh serta memperkaya orang-orang di kedua negara.

Batik serta tradisi tekstil Indonesia yang dikenal di seluruh dunia begitu dikagumi di Amerika Serikat, ditampilkan di panggung New York Fashion Week yang ternama serta di American Batik Design Competition. Musik tradisional dan modern Indonesia telah menginspirasi para musisi Amerika untuk membentuk grup Gamelan di berbagai daerah di Amerika Serikat, sementara musisi hip hop dan musik klasik Amerika mempersembahkan pertunjukan seninya pada penonton Indonesia. Di lapangan basket, ribuan anak muda serta guru Indonesia berpartisipasi di program-program yang disponsori oleh NBA. Pertukaran budaya di bidang olahraga, musik, busana, dan masih banyak lagi, akan terus mendorong dan merayakan kolaborasi kreatif di antara kedua negara.