Todays Highlights
  • Petani Indonesia Mengatasi Flu Burung More
  • Kuis Trivia tentang Indonesia untuk Duta Besar Amerika Serikat More
  • Ibu dan Bayi Sehat More
  • Membangun Kembali Infrastruktur Pendidikan Di Aceh More
Transkrip Podcast IUWASH

NE: Halo pendengar. Selamat datang di podcast USA-Indonesia 70th dengan saya, Nataya Ermanti. Silakan duduk santai, rileks, dan nikmati pembicaraan menarik bersama beberapa tokoh penting, yang hidupnya dipengaruhi oleh keharmonisan antara kedua negara. Saat ini kami sudah bersama Trigeany Linggoatmodjo dari Kantor Lingkungan USAID, yang mengelola Urban Water, Sanitation, and Hygiene, atau Penyehatan Lingkungan untuk Semua, di Indonesia, yang juga dikenal dengan proyek IUWASH PLUS. Ibu Tri, terima kasih sudah bergabung dengan kami. Mari kita bicara tentang pemahaman dasar terlebih dahulu, supaya kita semua memiliki persepsi yang sama. Apa itu IUWASH PLUS dan apa tujuan dari proyek USAID ini?

IT: Hi! Saya juga senang sekali berada di sini. IUWASH PLUS adalah proyek USAID yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses ke sumber air bersih dan fasilitas sanitasi yang dikelola dengan baik. Ini adalah wujud kerja sama dari dua negara, supaya Indonesia bisa memenuhi cita-cita ketersediaan sumber air bersih dan fasilitas sanitasi untuk semua, khususnya mereka yang secara kekayaan berada di 40% terbawah, atau masyarakat yang kurang mampu.

NE: Baik. Jadi kita ketahui bersama kalau IUWASH PLUS telah bekerja sama dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah di penjuru Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan layanan air dan fasilitas sanitasi yang lebih baik untuk masyarakat. Bisakah Anda jelaskan lebih lanjut tentang kerja sama yang luar biasa ini?

IT: Tentu saja! Dalam memilih kota di mana proyek IUWASH PLUS akan dijalankan, kami bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk menentukan kota-kota mana saja yang paling membutuhkan bantuan ini. Mereka juga harus memiliki komitmen tinggi, supaya masyarakat kurang mampu yang membutuhkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi bisa benar-benar terlayani. Untuk saat ini kami sedang bekerja sama dengan 32 kabupaten/kota, di 8 provinsi.

NE: 8 provinsi

IT: 8 provinsi, dan sebentar lagi akan dikembangkan hingga ke kota-kota lainnya. Jadi, total akan ada 35 kota sampai akhir 2021.

NE: Okay. Wow, jumlah yang besar. Apakah ada hasil dari proyek USAID Wash terdahulu yang ingin Anda ceritakan?

IT: USAID sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia selama 15 tahun, dan bersama-sama kami telah meningkatkan akses ke air bersih dan layanan sanitasi untuk hampir lima juta masyarakat Indonesia.

NE: Luar biasa! Itulah yang kita butuhkan saat ini. Kemudian, apa ada lagi?

IT: Pekerjaannya belum selesai karena masih banyak orang yang membutuhkan lebih, jadi selama proyek IUWASH PLUS berjalan, kami harus melayani setidaknya 1,1 juta orang yang setengahnya berasal dari kalangan kurang mampu, sekaligus juga menyediakan layanan sanitasi yang baik untuk 500.000 orang.

NE: Terima kasih, Ibu Tri! Sungguh mencerahkan. Kita sangat senang mengetahui bahwa… kita tahu kalau sanitasi dan air adalah kunci dari kehidupan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia, karena masih banyak orang yang sangat membutuhkan akses ke air bersih yang lebih baik. Saya penasaran, apakah ada cerita inspiratif di lapangan yang ingin Anda bagikan?

IT: Ada satu cerita yang baru saja terjadi, yaitu saat perayaan Hari Air Sedunia tahun ini. Jadi, Pak Suprapto yang tinggal di Kota Bekasi. Beliau dulunya harus menghabiskan banyak uang setiap bulannya untuk mendapatkan air bersih. Melalui IUWASH PLUS dan Pemerintah Kota Bekasi, ia tahu ada peluang untuk terhubung ke sistem pasokan air. Ia pun meminta istrinya untuk mendaftarkan diri - “Cepat, jangan sampai terlambat daftar!” katanya. Jadi sekarang, mereka sudah bisa menikmati air bersih langsung di rumah. Sang istri tidak perlu mengambil ke sumur bersama atau membeli air bersih dari penjual keliling. Sekarang, mereka bisa hemat Rp290.000 setiap bulannya.

NE: Wah, senang mendengarnya.

IT: Tentu saja. Apalagi Pak Suprapto adalah penjual bakso, jadi ia butuh air setiap hari untuk memasak dagangannya.

NE: Itu memang penting sekali, karena bakso adalah makanan favorit semua orang. Wah, menarik sekali. Apakah ada cerita lainnya selain Pak Suprapto?

IT: Ada satu lagi, yaitu tentang salah satu duta sanitasi kita. Mungkin kita semua kenal, Mbak Ikke Nurjanah.

NE: Saya tahu dia!

IT: Dia berbagi tentang masa kecilnya kepada kami. Dia bercerita kalau dulu ia tinggal di dekat bandara di Bandung, dan setiap kali ingin ke toilet, dia harus membawa payung dan ember.

NE: Oh ya?

IT: Ember untuk membawa air dan payung untuk menutupi dirinya saat ada pesawat yang ingin mendarat atau tinggal landas dari bandara tersebut.

IT: Jadi sekarang dia sadar kalau itu adalah WC terbuka. Sehingga saat ini dia membantu banyak masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses ke toilet karena itu sangatlah penting. Orang-orang jadi tidak harus keluar rumah dan mencari tempat tersembunyi lagi. Dengan memiliki toilet di dalam rumah dan air bersih akan ada banyak hal yang berubah di kehidupan sehari-hari masyarakat.

NE: Bayangkan bagaimana rasanya kalau harus membawa payung dan ember setiap kali Anda harus menggunakan kamar mandi.

IT: Anda bisa membayangkannya?

NE: Tidak, saya tidak bisa membayangkannya. Untuk membawa handphone saya ke kamar mandi saja tidak mudah, bagaimana rasanya kalau harus bawa payung dan ember juga. Baiklah, saya yakin proyek yang Anda jalankan ini tidak seluruhnya menyenangkan. Apakah ada tantangan yang dihadapi?

IT: Iya, Pihak penyedia air, kami menyebutnya PDAM, saat ini sedang kesulitan menyediakan air untuk dikelola dan didistribusikan kepada mereka yang butuh. Saat ini kami bekerja sama dengan berbagai mitra, untuk memastikan air hujan tidak cuma mengalir di permukaan saja, tapi terserap menjadi air tanah, baru sehingga kita memiliki persediaan air yang cukup. Sebab kalau tidak seperti itu, siklus air alami akan terganggu sehingga alam tidak akan memiliki persediaan air yang cukup. Padahal, air sudah seperti emas, ya ‘kan? Air akan benar-benar menjadi emas baru kalau kita tidak merawat bumi kita dengan memastikan ketersediaan air cukup. Jadi, itu adalah upaya kita untuk melindungi sumber air, melindungi sumber air dari pemilik modal besar, mulai dari hulu, dari daerah aliran sungai untuk memastikan orang-orang di hilir bisa menikmati air tersebut.

NE: Ya, saya setuju sekali. Kita sudah membicarakan tentang kerja sama Anda dengan pemerintah Indonesia. Adakah rencana selanjutnya yang membuat Anda bersemangat?

IT: Saat ini kami sudah memiliki banyak sekali mitra yang sudah berkomitmen seperti pemerintah Indonesia, tapi juga komunitas kami, dan juga mitra dari sektor swasta. Jadi, kita tahu kalau kita punya tujuan bersama yang ingin dicapai.

NE: yaitu?

IT: Yaitu setiap masyarakat Indonesia memiliki akses ke air bersih dan fasilitas sanitasi yang dikelola dengan baik.

NE: Itu adalah tujuan yang mulia

IT: Tujuan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yang harus diwujudkan oleh setiap negara pada tahun 2030. Saat ini masih 2019, kita masih punya waktu untuk mewujudkan mimpi ini.

NE: Benar-benar masih ada banyak waktu! Jadi, apa maksud dari tujuan tersebut? Apakah berarti di masa mendatang kita bisa langsung mengonsumsi air dari keran seperti di luar negeri?

IT: Itu adalah hal yang jadi harapan kita semua

NE: Itu harapan pribadi saya sendiri sebetulnya!

IT: Saat ini kita masih harus membeli air

NE: Iya, betul

IT: Kalau kita bisa memiliki instalasi pengolahan air dari PDAM, maka kita bisa membuka keran di rumah dan langsung meminum airnya karena sudah bersih dan aman untuk dikonsumsi. Itu adalah tujuan yang ingin kita capai. Saat ini hanya beberapa negara di dunia yang bisa menyediakan air sebersih itu. Namun, di beberapa kawasan di Indonesia memang sudah tersedia. Kami yakin dengan komitmen yang baru-baru ini dibuat oleh Presiden dan Wakil Presiden kita, pemerintah ingin memiliki 10 saluran air baru. Dengan demikian setiap orang di Indonesia dapat terhubung dengan kebutuhan dasarnya, sehingga kita tidak harus berkeliling untuk mencari air. Seharusnya tidak demikian.

NE: Akan sangat memudahkan ya kalau bisa mengonsumsi air keran.

IT: dan kehidupan juga akan lebih sehat!

NE: Tentu saja, saya setuju!

IT: Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun, karena air bersih hanya bisa...

NE: Jangan lupa, semuanya! Cuci tanganmu dengan sabun dan air ya. Baiklah, Ibu Tri, saya benar-benar tertarik dengan cerita Anda. Kalau pendengar ingin mengetahui lebih lanjut tentang USAID atau kegiatan IUWASH PLUS Anda, kabar terkini, dan berita, mereka mendapatkannya dari mana?

IT: Untuk informasi lebih lanjut tentang sanitasi air yang diprakarsai USAID, silakan kunjungi website USAID Indonesia di www.usaid.gov/indonesia. Untuk IUWASH PLUS, silakan googling IUWASH PLUS dan Anda bisa mendapatkan informasi tentang berbagai kegiatan di setiap situs proyek kami.

NE: Keren! Berkat digital semua informasinya terbuka untuk diakses ya?

IT: Atau, kalau Anda suka menggunakan media sosial dan terhubung ke Instagram, ada aplikasi AIR Sanitasi untuk iOS. IUWASH PLUS dan USAID juga memiliki akun Instagram.

NE: Hanya Instagram?

IT: Facebook juga ada

NE: Baiklah Ibu Tri, sebelum kita tutup perbincangan yang luar biasa ini, negara kita saat ini sedang merayakan peringatan hari jadi dengan Amerika Serikat yang ke-70. Apakah Anda punya harapan tersendiri untuk hubungan diplomatik yang terus dijaga selama ini?

IT: Hubungan kemitraan yang selama ini terjalin sudah sangat baik, dan baru-baru ini, USAID ingin lebih banyak membantu Indonesia menjadi lebih mandiri, yang artinya Indonesia dapat merencanakan, mendanai, dan merealisasikan setiap mimpi yang kita miliki, termasuk peta air dan sanitasi yang baru saja kita diskusikan.

NE: Semoga, sungguh impian yang mulia. Ibu Tri, terima kasih banyak! Pendengar, terima kasih telah turut bergabung. Semoga hari Anda menyenangkan!